Senin, 06 Agustus 2018

Filled Under:

KONGRES NASIONAL X ILMIBSI

KONGRES NASIONAL X ILMIBSI; PENAT ATAU NIKMAT?


            Apa yang terbesit dalam benak kalian saat mendengar kata ‘KONGRES’? Hal yang serius? Membosankan? Terdiri dari orang-orang penting? Atau hal lainnya? Ya, semua pendapat kalian benar namun, ada salah satu kongres nasional yang selain mencakup hal tersebut, juga terdapat keistimewaan lainnya yang mungkin hanya ada dalam kongres ini. Kongres Nasional Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia (ILMIBSI) ke sepuluh yang dilaksanakan di pulau dewata, Bali pada tanggal 23 sampai dengan 29 Juli 2018. Kali ini, Universitas Pendidikan Ganesha, khususnya Fakultas Bahasa dan Seni diberi kepercayaan untuk menjadi panitia dalam kegiatan ini.
            ILMIBSI merupakan organisasi yang menaungi seluruh lembaga yang membidangi bahasa, sastra, dan seni seluruh Indonesia. Dilihat dari artinya, maka keistimewaan pertama yang dapat kita ketahui adalah Kongres Nasional ILMIBSI ke-X ini didatangi oleh seluruh perwakilan Universitas se-Indonesia yang terkait dan pada kesempatan ini telah hadir 23 Universitas dari Sabang sampai Merauke. Perbedaan budaya dan bahasa dari masing-masing peserta menimbulkan sedikit rasa canggung pada awal pertemuan namun menjadi keluarga yang hebat pada hari berikutnya.


            Sebelum menuju pada inti kegiatan, peserta terlebih dulu mengikuti pembukaan kongres yang dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha secara resmi. Setelah itu peserta dibekali ilmu mengenai isu-isu budaya yang dirangkum dalam dua buah seminar. Pemateri seminar merupakan beliau-beliau yang telah kompeten di bidangnya. Pemateri pertama adalah Ibu Cok Savitri dan kedua adalah Bapak I Nyoman Minta yang merupakan Kepala Seksi Komunitas dan Lembaga Adat Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Pada awal kegiatan memang terjadi sedikit kesalahan teknis namun hal itu dapat teratasi dengan baik dan kegiatan seminar mendapat respon luar biasa dari peserta Kongres dan antusias yang diberikan membuat suasana seminar menjadi semangat. Tidak hanya pemateri yang berbakat, namun ada pula alumni yang membagikan pengalamannya selama menjadi bagian dari ILMIBSI dan bincang alumni ini menjadi penutup acara pada hari pertama.


            Hari berikutnya kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pelantikan anggota dan penyerahan piagam keanggotaan ILMIBSI tahun 2018. Agar kegiatan berjalan dengan baik, maka adapun pembahasan tata tertib sidang namun, sebelum tata tertib ini disepakati, adu argumen dan sikap kritis mahasiswapun terlihat dengan sangat jelas. Bukan tidak membuahkan hasil, tata tertib yang apik akhirnya bisa disepakati oleh seluruh pesrta kongres. Peserta kongres tidah seluruhnya merupakan anggota ILMIBSI yang lama, bahkan hampir seluruhnya adalah anggota baru. Jadi bukan kesalahan apabila banyak yang belum mengetahui seluk beluk ILMIBSI namun hal itu dapat teratasi oleh sosialisasi ILMIBSI oleh Badan Pengurus Inti ILMIBSI tahun 2017/2018. Tidak lengkap rasanya apabila kongres tidak ada pemandu atau orang yang berwenang mengatur kegiatan selama kongres agar berjalan lancar. Maka dari itu, pemilihan presidium tetap dilaksanakan. Hari ketiga dan keempat memiliki agenda yang cukup padat yaitu sidang LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) Badan Pengurus Inti tahun 2017/2018, pembahasan AD/ART dan GBHK, dan pencalonan Koordinator Pusat (Korpus) baru. Unversitas yang terpilih menjadi calon Korpus adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Indonesia. Perwakilan universitas yang mendapat kesempatan menjadi Korpus tahun ini adalah Universitas Indonesia atas nama Noval Adityo.


Tak hanya berkutat dalam ruangan, kegiatan Kongres Nasional ILMIBSI 2018 dihiasi dengan wisata budaya yang direspon baik oleh seluruh peserta kongres. Selain berfoto ria, mereka juga mendapat sedikit ilmu tentang pulau dewata. Tujuan wisata kongres kali ini adalah Monumen Bajrasandhi (Renon, Denpasar), Desa Panglipuran, Kintamani, dan Tirta Empul. Rombongan peserta sebelum benar-benar kembali ke hotel diberi kesempatan oleh travel untuk membeli oleh-oleh di Krisna Oleh-Oleh dan sampai hotel sekitar pukul 19.00 WITA. Tidak sampai di sana saja, sebelum Kongres ditutup secara resmi, terlebih dulu membuat dan menyepakati rapat kerja ILMIBSI 2018/2019.


Kegiatan kongres ini bukan sekadar ajang keseriusan semata. Yang awalnya terkesan kaku ternyata salah total. Walau berbisa suku, budaya, dan ras, seluruh peserta kongres adalah orang-orang istimewa yang diberi kesempatan untuk bertemu, berkenalan dan lebih dekat satu sama lain. Tentu ada banyak harapan agar kekeluargaan ini tetap ada dan menjadi satu kesatuan yang luar biasa. Minggu, 29 Juli 2018, Kongres Nasional Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia, SUKSES

BemFBS Undiksha

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

 

Copyright © BEMFBS Undiksha™

CP : +6285 938 367 773 (Joni Anggarawan)
Email : smfbsundiksha@gmail.com

Modified by Addjust Kid's

Templateism